Hari pertama di Bali terlewatkan dengan riang walau sedikit kecewa karena hanya tahu sedikit tentang wisata Bali, malah pergi ke tempat-tempat oleh-oleh kami sebagai mahasiswa hanya bisa ngedumel dibelakang saja. Pagi harinya kami semua kesiangan, ohh no.. waktu di jam tanganku jam 05.15 wib berarti jam di Bali 06.15 wita, kemarin saja bangun jam enam kurang. Ternyata salah seorang temanku sudah bangun dan sudah mandi, sedikit kesal karena saya tak dibangunkan. huh..sudahlah, langsung saja menuju kamar mandi, kebetulan setiap malam sudah menyiapkan baju yang dipakai untuk esok harinya. Sehingga memudahkan untuk pagi itu tanggal 1 Maret 2011. Kalo ingat-ingat makan, mulai bosan juga menerka-nerka apa yang akan disajikan. Sebenarnya kami bosan dengan makanan yang disajikan karena ada telor setengah lg kadang telor asin, kadang se
mur selalu ada tahu/tempe, ayam lagi. Setelah diperhatikan cathering dari awal berangkat namanya Grafika otomatis dimana pun kami pergi grafika selalu mengikuti otomatis masakannya sama saja.mie lagi, daging lagi kadang di rolade. intinya itu-itu saja. Memang kami mahasiswa re
mpong banget sama makanan. Mau ini mau itu. Jujur ketika ditanya ingin makan apa. Kami mau makan pecel lele lah, bakso apalagi. Namun dosen kami melarang, karena mengandung daging babi.
Oh ya suasana pagi hari kedua sedikit berbeda karena dari malam mahasiswa sudah ribut tentang air yang tak menyala. Malamnya nya pun semua sudah ricuh perihal air yang tak keluar. Saya pun mandi jm 10 wib atau jam 11 wita karena baru keluar jam segitu, itu pun kecil. Sungguh sangat menyebalkan. Jadi ketika kesiangan ternyata pintu kamar kami sudah berkali-kali diketuk teman-teman un
tuk numpang mandi. Untung kesiangan jadi tidak ada yang numpang, karena bangun telat. Kami sedikit beruntung karena kamar 301 ada air walupun tak banyak. Ketika kami komplain pihak travel/hotel bilang itu wajar karena semua iar dipakai saat bersamaan. Kami turun jam 7 lewat bepikir telat. sekitar jam 7.40 kami dikumpulkan untuk check out karena pihak travel merasa malu di hotel Nikki tak ada air, harusnya besok kami berkemas sekalian menuju kapal untuk menyebrang lagi. Sungguh sangat menyebalkan, di hotel yang tak ada parkirannya itu kami pergi dengan perasaan sedikit lega. kenapa ga dari kemaren-kemarn sih.

Pejalanan dilanjutkan dengan pakaian yang sudah lengkap tertata dibagasi bis kami. Guide menyambut dengan hangat, Mpo Rake juga sedikit kecewa dengan fasilitas air yang tak ada. Kami pun tak tahu akan pindah kemana, tapi perjalanan kami hanya 1 jam menuju Bajra Sandhi atau museum perjuangan rakyat Bali. Waw indahnya kastil ini, ternyata yang memiliki kamera bayar seribu, tak apalah, demi foto-foto. Panas memang, ups lupa bawa kaca muka. Ya sudahlah. Larangan di Bali memang cukup ketat, wanita yang sedang datang bulan dilarang masuk. Untung saya tidak coz semua tempat rata-rata tempat suci. ada-ada saja, tapi begitulah aturan Bali. kira-kira satu jam berlalu dan saatnya menuju tempat selanjutnya yaitu Tanjung Benoa, tempat water sport menyebrang pulau 60 ribu, diving 500rb, banana 70rb dll. Sebenarnya kami sedikit ngedumel. Hellow kami mahasiswa pake diajak yang mahal-mahal. Sampai disana kami di tawarkan mau ambil paket apa, karena kalo menyebrang pulau p
enyu harus

10 orang. Karena terlalu lama berpikir saya tak ikut kesana. Sedikit kecewa, tapi mau gimana lagi. Terlalu lama berpikir hingga sudah tertinggal rombongan. Kami menghibur diri dengan berfoto-foto. Jujur inginnya naik banana, tapi teman-teman ragu-ragu terus. kami pun menghibur diri berfoto ala penyu. Dalam perjalanan mengelilingi tanjung benoa kami bertemu seseorang lelaki yang sok akrab mengajak kami menyebrang pulau dengan harga 20 rb saja, sedangkan yang tadi 40 rb. hayo lah mumpung murah. Sempat tergoda tapi kam
i kurang dari 10 jadi tak bisa. Orang tersebut sangat memaksa. Kami semakin curiga. Dalam keadaan bimbang kami berembug, kami takut ketika menyebrang pulau lalu kami ditinggal, apalagi orang trsebut terus bilang ni diem-diem ya dek. Kami pun memutuskan untuk tidak ikut walau dalam hati ingin, karena kami takut terjadi apa-apa dan nama kami tidak terdaftar seperti teman-teman yang lain.
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Uluwatu, disana wajib memakai kain sebagai simbol tempat suci, harus melepas aksesoris karena monyet-monyet yang nakal yang suka merampas barang-barang bawaan. Bahkan kacama
ta mins aja tidak boleh dipakai. Kami bertujuh memutuskan memakai kain warna biru. Ternyata menuju perjalanan disepanjang jalan banyak monyet-monyet, maka kami pun mengambil ranting-ranting untuk menghindari monyet-monyet nalkal. Subhanallah kami pun sampai di Uluwatu, y Allah indah sekali tempat itu, ternyata disana tempat Julia Robert mndi dalam film Eat, Pray, Love. Y Allah ini nyata, saya melihat langsung keindahan ini. Seperti di tivi-tivi. Seperti biasa kami pun berfoto-foto. Setelah itu kami lanjut ke dreamland. Ternyata Dreamland dibangun oleh Tommy Suharto dan Bakrie. Mereka membuat sendiri Dreamland yang lebarnya 20 Hektar. waw, ketika memasuki gerbang itu kami pun takjub dibuatnya karena seperti memasuki komplek perumahan yang jauh sekali jalannya sambil menikamati pemandangan kanan kiri nan ind
ah yaitu bukit-bukit. Untuk sampai disana ternyata cukup jauh. Karena harus berjalan lumayan jauh. Tapi seperti biasa karena jadwal yang padat jadi hanya sempat sebentar saja. Kami pun sebenarnya sudah letih juga rada bosan karena air melulu. Nama Dreamland tak sebagus harapan saya, karena biasa saja. Lebih bagus Sanur bagi saya, karena baru liat sanur juga tanjung benoa. Yang penting tahu, itu yang terpenting.
Kemudian kami melanjutkan jalan-jalan ke Pantai Kuta, untuk sampai disana kami harus naik mobil karnaval yang khusus mengangkut wisatawan yang hendak ke pantai kuta. Lagi-lagi sedikit kecewa karena kata guide pantai terindah, pas sampai ternyata kotor. Beda sekali dengan di tipi-tipi. Kmi hanya cengo, salah satu teman kami yang kemana-kemana selalu bertujuh sedang menato dengan harg 25rb 1 nya, tato kalajengking dibahu dan cicak dikaki. Jug banyak teman-teman yang lain yang menato dirinya. Karena banyaknya tempat wisata t
ernyata setelah Uluwatu kamera digital saya sudah habis batreinya jadilah di dreamland dan kuta hanya bisa dengan camera bb saja. Tak apalah dari pada tidak sama sekali. Hari itu berlalu dengan cukup melelahkan karena banyaknya tempat wisata yang kami kunjungi, namun puas. Di pantai Kuta saya pun busa melihat sunset yang indah. Subhanallah indah sekali.


Sampai di bis saya tertidur, ketika terbangun ternyata sudah dekat hotel yang baru, yang saya ingat-ingat dekat dengan hotel yang lama. Hotel Nusa Dua Bali saya rasa hotel itu cukup terkenal. Saya dapat kamar dibawah, waw kamarnya cukup besar dan yang pasti airnya sungguh besar dan kamar mandinya pun tak neko-neko macam hotel nikko yang sempit tapi maksain sok kamar hotel berbintang. Lebih suka yang biasa namun tetap nyaman. Kami semua berpendapat kenapa ga dari dulu aja ya. Sayang besok pagi harus chek out. Malamnya seolah-olah tak ada capenya kami keatas ke tempat teman-teman kami yang tidurnya di atas. Ngerusuh sambil nonton film India Kabhi Kushi Kabhi Gham, sambil joget-joget (saya cukup menyaksikan saja). Kami yang sudah rusuh cukup kesal karen si pemilik kamar empat-empatnya malah tidur, kami pun memutuskan balik ke kamar kami dan tidur.