Selasa, 31 Januari 2012

Anji-Berenti di kamu


Tiap aku mendengar suara kamu
Rasanya mau bilang iya
Maafkan kamu, terima kamu kembali

Aku tahu kamu sangat menyesal
Akupun juga tak sempurna
Cerita kita tiada yang bisa gantikan

Namun ada satu yang terjadi
Hatiku cinta kamu
Tapi tak bisa mau kembali lagi, ulang semua
Aku tak mau lukai kamu

Tubuhku butuh kamu
Tapi tak bisa rasa seperti dulu
Rusak sudah aku

Kalau ku ingat-ingat lagi sayang
Hatiku berhenti di kamu
Cerita kita tiada yang bisa gantikan

Namun ada satu yang terjadi
Hatiku cinta kamu tak bisa mau kembali lagi, ulang semua
Aku tak mau lukai kamu

Tubuhku butuh kamu
Tapi tak bisa rasa seperti dulu
Usai sudah aku

Selasa, 08 November 2011

Cerita Idul Adha

Agak telat ya Idul Adha nya kemarin, he3x.. Tapi tidak ada salahnya saya mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 H. Idul adha identik dengan kambing dan sapi ya bisa dibilang 2 hewan itu adalah hewan qurban. Mereka akan dipotong dan biasanya di Masjid-masjidlah pemotongan hewan itu dan dagingnya akan dibagikan ke orang-orang kurang mampu, agar bisa merasakan daging kambing atau sapi, dengan sistem sudah memegang kupon terlebih dahulu. Idul Adha kali ini membuat saya teringat akan cerita saya ketika kelas 1 Sd. Setelah salat ID, saya mendengar kalau nanti jam 09.00 wib akan ada pemotoangan di Masjid Uswatun Hasanah yang berada diperumahan dekat tempat tinggal saya. Namanya juga anak kecil antusias pastinya melihat pemotongan yang jarang-jarang terjadi. Teman-teman saya yang berada disamping rumah atau tetangga yang seumuran sudah memanggil-mangil untuk melihat pemotongan hewan tersebut.

Antusias sekali rasanya melihat pemotongan kambing dan sapi tersebut, panas matahari tak menyulutkan kami untuk melihat hal tersebut. Takjub pastinya dan juga heran kok banyak sekali orang yang antri, bahkan ada anak yang lebih besar dari saya, yang kecil pun juga ada. Namanya juga anak-anak iri pastinya. Enak bener dapet daging gratis, saya juga mau. Tapi kita kan ga punya kupon ucap salah satu teman saya. Tapi yang antri juga ada tuh ga megang kupon untuk ditukar daging. Jadilah saya dan teman saya antri di Masjid, berpanas-panasan ria tak membuat kami gentar, tujuan kami satu orang aja dapet kenapa kami ga bisa.

Yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba giliran saya yang dapet, kemudian petugas bertanya rt mana? keburulan pa rt saya ada disitu, itu pak. Lalu saya diberi daging dan kami pulang. Mama..mama aku bawa daging kambing, kita ga punya kan mah? hore. Aku antri lama lho mah biar dapet ini. Mama kaget, kok bisa sih? tadi aku tunjuk ketua Rt nya, ahh bodo yang penting aku dapet mah. Mama lalu menjelaskan daging qurban itu untuk orang yang tidak mampu, kamu kan mampu harusnya ga usah ikut antri. Aku hanya terdiam. Merasa bersalah karena mengambil hak orang lain tapi juga senang punya splastik daging kambing. Dasar bocah ada-ada aja ya. Malu kalo inget ini. Lupakan lah. Harus lupa, sejak kejadian itu saya tidak mau lagi ketemu pa RT, MALU ANTRI-ANTRI DI MASJID.

Cerita yang lain masih jaman SD juga tapi lupa kelas berapa. Seperti biasa melihat pemotongan qurban, lalu karena cape juga panas akhirnya saya pulang dan saya pun tidur, kebetulan waktu itu lagi iseng bantal-bantal ditumpuk-tumpuk kemudian saya tidur dibelakang tumpukan bantal yang membuat tidak keliatan. Mama yang ada diluar rumah pun tidak melihat saya tidur juga sudah masuk ke rumah. Setelah beberapa lama tidur agak kaget sayup-sayup mendenger mama bilang ke anak kecil yang lewat kalo liat icha suruh pulang ya, udah sore. Saya yang mendengar cuma bisa ketawa, lah mama ga liat apa anaknya dah dirumah. Mang rumahnya segede apa sampe ga keliatan. Namun saya tertidur lagi sambil senyum-senyum, kaya ank ilang aja sih. Masih ngantuk mending tidur lagi.

Tidur pulas membuat saya bangun dan bangun dari kasur yang penuh dengan tumpukan bantal yang saya susun bertingkat-tingkat itu, alangkah kagetnya si mama kalo ternyata anaknya ada disampingnya. Mama ga liat di tempat tidur itu ada anak kecil nan manis yang tidur pules berjam-jam, sedangkan si mama khawatir. Dipeluknya dengan kencang. Mama pikir kamu ilang, jangan nakal ya de.. Maaf ya mah jadi anak ilang, aku dah pulang dari tadi. Ceritanya ga penting ya? kata saya sih penting, bodo amat deh suka-suka saya. Lah nyolot. Ok fine, Bye..

Senin, 17 Oktober 2011

why I Choose bahasa Indonesia

Banyaknya jurusan-jurusan yang ada di kampus dan sebagainya, membuat saya bingung ketika banyak orang menyepelekan jurusan bahasa Indonesia, setiap bertemu dengan teman, lalu ditanya jurusan apa? saya akan jawab bahasa Indonesia (biasanya responnya kurang suka/merendahkan), kemudian akan bertanya lagi kok bahasa Indonesia? emangnya ga bisa ngomong bahasa Indonesia, bahasa Inggris kek/bahasa lain. Seperti biasa saya akan jawab, suka-suka dong, memangnya bahasa Indonesia gampang apa? coba aja rasakan sendiri. Banyaknya persaingan juga anggapan-anggapan itulah yang membuat jurusan bahasa Indonesia sendiri disepelekan, karena bahasanya sendiri saja direndahkan, padahal saya rasa yang berbicara seperti itu tidak tahu betapa tidak segampang itu mempelajari bahasa Indonesia apalagi jurusan saya, jurusan FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia, komplit deh dah pendidikan bahasa pake sastra pula. Flashback dulu ya, ke jaman SMP, nostalgia sebentar ya. He3x..

Awal saya tertarik karena pada SMP kelas 2 seorang guru bahasa Indonesia yang bernama bu Tati sangat suka dengan saya, entah kenapa dia sering sekali memanggil saya untuk membaca cerpen dibuku/tugas bahasa. Jika ada tugas puisi dengan senang hati dia membaca puisi saya keras-keras, padahal saya sangat malu dengan puisi yang biasa saja. Bingung saya. Sampai-sampai teman-teman bilang saya anaknya bu Tati. Enak aja. Pokoknya dikit-dikit annisa, mungkin karena saya duduk di depan kali ya. Mungkin jadi harus lebih rajin karena tekanan bakal dipanggil terus kali ya. Huftt. Cara mengajar beliau sih masih biasa-biasa saja, tidak istimewa atau membuat saya kagum. Tapi kenapa saya cerita panjang lebar ya? ya sudah tinggalkan cerita ini..Flashback lagi deh jaman SMA ya.

Kelas 3 SMA guru bahasa saya sendiri namanya pak Yusuf, tapi karena ada urusan digantikan dengan bu Hasnah guru ipa, saya mengambil jurusan ips, karena anak-anak suka dengan ibu maka pelajaran tambahan kami memilih bu Hasnah, saya sangat kagum atas pengetahuannya tentang bahasa Indonesia yang menurut saya waw hebat sekali beliau, bahasa Indonesia tak semudah itu, setiap memilih jawaban pilihan ganda ada keterangan lebih lanjut, pokoknya dia sangat menguasai bahasa Indonesia. Tidak seperti guru-guru bahasa yang hanya menyuruh menyalin dan mengerjakan tugas atau praktek ke depan. Cara mengajar bu Hasnah sedikit berbeda, dia akan menyuruh siswa membaca dan menjawab pertanyaan disertai alasan (bentuk soal PG), pokoknya seandainya kita mengerti trik-triknya, kata kunci dari soal, wacana-wacana itu tidak perlu dibaca semua karena memakan waktu, baca saja soalnya dulu lalu cari wacana soal. Itu akan lebih mudah, karena otak kita akan mencari. Mungkin cara ini mudah, tapi buat ukuran anak SMA (tergantung individunya) belum tentu bisa menerapkan. Ini hanya satu cara belum lagi metode-metode yang lain yang membuat saya kagum dengannya, sayang pada pelajaran biasa saya diajar guru lain tapi pa guru itu selalu baik dan memberi nilai rapor saya 9 terus Selama 2 semester kelas 3.

Kepala sekolah saya pun adalah guru bahasa Indonesia yang kadang jika pelajaran tambahan bu Hasnah berhalangan hadir, pa Tata menggantikan pelajaran/jika pelajaran tambahan tak ada gurunya Pak Tata juga mengajari bahasa dengan cukup baik, dengan penjelasan-penjelasan yang membuat murid-murid berkata..ohhh jadi gitu ya..Mungkin inilah yang membuat saya tertarik mengambil jurusan bahasa, ingin mengerti bahasa sendiri, lalu bisa memberitahu orang kalau ini tuh salah harusnya begini, namun ini tidak mudah. Minimal saya tahu untuk diri saya sendirilah tentang arti kata yang sifatnya tidak pasti, untuk memberi tahu orang kan tidak mudah, apalagi banyak orang yang lebih pintar diluar sana. Kata-kata dosen atau guru pun akan sulit didengar apalagi orang bukan orang terkenal, sangat sulit merubah paradigma seseorang, tantangan menjadi guru bahasa kata dosen saya, tugas anda semua. Berat amat jadi guru bahasa, menjadi guru memang hal yang mulia, namun jika orang tidak menyukai kita, bisa jadi malapetaka, dibenci orang. Bedanya jurusan pendidikan/guru dengan jurusan yang bukan guru namun sama-sama mengajar adalah meraka tidak tahu cara mendidik, karena tidak tekankan pentingnya mengetahui psikologi siswa. Itulah yang menyebabkan saya juga menyukai psikologi karena masih ada hubungannya dengan bahasa juga. sampai skripsi pun berjudul "analisis aspek psikologi sastra dalam novel ayat-ayat cinta karya habiburrahman el Shirazy. Sorry huruf kecil semua depannya, males capslocksnya. Satu hambatan saya adalah kurangnya minat baca terhadap karya sastra yang sangat saya sadari itu, apalagi karya sastra lama yang baru-baru saja saya pinjam tapi ternyata saya tidak dapat memahami karena bahasa yang rumit, mungkin ejaan lama. Sudah banyak karya sastra baru, ya bacalah karya sastra baru. Ayo banyak baca (ngomongin diri sendiri nih). Cintailah bahasa sendiri dan ikut mendukung bukan menyepelekan bahasa sendiri adalah cara terbaik. Semua bahasa itu baik, bermanfaat, belajarlah menghargai diri sendiri (bahasa sendiri) kemudian bahasa lain. Banyak belajar itu penting, karena kunci utama dari semua hal adalah kumunikasi. Komunikasi menggunakan bahasa atau rangkaian kata. Salah memakai kata bisa menjadi salah penafsiran yang berakibat miss comunication. Bijaklah memilih kata yang tepat. Bahasa adalah cerminan dirimu.

Setelah saya masuk jurusan bahasa, saya banyak menemukan banyak kata-kata yang tidak sesuai atau sudah menjadi bahasa yang biasa digunakan sehari-hari yang sebenarnya salah. Misalnya kata acuh yang artinya peduli, namun masyarakat sudah menyalah artikan kalau acuh berarti tak peduli, karena melihat pada kata acuh tak acuh yang arti sebenarnya peduli tidak peduli, sehingga artinya cuek, satu kata salah arti saja bisa membuat salah penafsiran, bagaimana jika banyak kata-kata lain lagi, tugas bahasa indonesia itu berat terutama calon-calon guru, karena bahasa itu berkembang, tidak pasti bisa berubah sesuai perkembangan jaman, jadi kita harus selalu mencari arti terbaru dari setiap kata yang ada, yang menurut saya tidak mudah, banyak hal yang menarik yang saya pelajari selama saya menjadi mahasiswa bahasa dan sastra indonesia fakultas bahasa dan seni, ada seni nya pula yang menuntut saya harus bisa memerankan suatu peran, contoh kecil monolog sebuah situasi, juga drama, tahun lalu malah membuat naskah juga membuat film. Selama 4 tahun saya belajar bukan hanya belajar menganalisis, mengedit buku-buku teks bahasa Indonesia yang ternyata banyak memiliki kesalahan, membuat berita, membuat majalah, bagaimana straight news, analisis fim, cerpen dll banyak hal yang saya dapat walau pelajaran-pelajaran itu bukanlah pelajaran-pelajaran di Sma tempat kebanyakan jurusan Fkip bekerja. Yang saya paling inget kata dosen saya adalah bahasa tidak membedakan jenis kelamin artinya kata wisudawan dan wisudawati dll itu salah. Karena wan dan wati adalah suatu akhiran yang diambil dari bahasa lain yang menjelaskan ahli. Saya lupa alasan-alsan pastinya harusnya sih jadinya pewisuda bkn wisudawan. Suka duka belajar bahasa yang saya akui cukup berat, karena tak semudah yang dibayangkan. Terima kasih buat para dosen juga teman-teman yang bersama-sama berjuang meraih semua ini, tanpa letih selalu bersama-sama berusaha memberi yang terbaik bagi mahasiswa-mahasiswanya, walau terkadang kami terlalu menuntut banyak. Semoga ilmu yang telah diberikan banyak memberi manfaat kelak, walau saya tak tahu nantinya menjadi apa. Semoga bisa menjadi orang yang lebih baik dan berguna. Aaminn..

Selasa, 20 September 2011

Suka Duka Skripsi

hmmm... bulan Maret segera datang ingin rasanya pergi jauh melewati semester 8 langsung wisuda namun semua butuh proses, alhamdulillah yah akhirnya skripsi itu selesai tinggal revisi, tadinya niat saya ingin setiap bimbingan menceritakan secara detail yang terjadi, namun hal ini sangat merepotkan karena skripsi ini membuat saya depresi, dikarenakan bimbingan yang jauh yaitu kampus Uhamka pasar rebo bukan Uhamka limau tempat saya belajar selama 4thn. Juga karena bimbingan yang tergolong melelahkan karena harus mengejar dosen, terkadang dosennya ada namun tetap tak bisa bimbingan, sedih memang.

Mari kita flashback ke bulan Maret yang sulit bagi saya pribadi yaitu mendengar berita dari jurusan lain kalau skripsi buku daftar pustakanya harus sudah kita miliki minimal fotokopi kutipannya, maka dari itu perjalanan skripsi saya dimulai dengan mencari buku-buku perjalanan pertama ke UIN bersama teman-teman saya kesana namun hasilnya nihil saya mencari skripsi analisis ternyata lebih banyak yang menggunakan pengaruh dan jurusan bahasa Indonesia di Uin mengalami buka tutup yang membuat skripsi acak-acakan belum di taruh di perpus utama, menyedihkan. Akhirnya kami pergi ke UNJ, bagi saya UNJ sangat jauh karena berada di Rawa Mangun, dengan modal bertanya-tanya akhirnya sampailah ke UNJ untuk mencari referensi yang sesuai judul. Akhirnya dapatlah judul yang diinginkan dengan susah payah..pertama kali bimbingan hati saya deg-deg an karena takut ditanyain buku-bukunya maka dari itu saya memutuskan mencari buku-buku yang ada dalam skripsi dan ini memakan waktu yang cukup lama lebih dari sebulan untuk bangkit karena harus bolak balik unj untuk fotokopi buki-buku yang perpusnya terdiri dari 6 lantai dilengkapi dengan 1 tukang foto kopi, bisa dibayangkan 1 orang saja bisa memakan waktu setengah jam bisa kurang sih kalo yang antri ada 10 bayangin coba, pokoknya sering ribut deh karena didesak-desak orang kadang main serobot antrian..

Menggunakan bus trans jakarta pun kami lakukan demi menuju UNJ agar bisa mendapat referensi buku yang diperlukan walau kami merasa tetap kurang, ingin ke UI namun mendengar kabar bukunya buku-buku lama, jadilah meluncur ke Perpusnas yang ada di Salemba, dengan nyasar-nyasar akhirnya sampai juga. Cara mencari bukunya dengan menggunakan kertas cari nama pengarang juga judul buku, senangnya karena buku yang dicari banyak yang ada, tapi hanya sia-sia ternyata, banyak buku yang sudah tidak ada lagi, tapi namanya tetap terpampang. Sia-sia sudah dapat buku lagi. Dengan modal buku alakadarnya dengan beberapa buku-buku lama, bimbingan berjalan kurang lancar pertama rasa males itu susah diilangin juga kendala para dosen yang super sibuk buk buk, pernah sampai lebih dari 3x janjian tapi tetap ga bisa bimbingan karen PLPG (pelatihan guru) dan lain-lain. Paling menyedihkan tuh ampe jm 16.30 WIB nungguin dosen namun tetap ga bisa bimbingan. Pokoknya sedih banget deh. Bilangnya harus janji namun sering sekali mereka ingkar dengan mudahnya. Juga sudah cape-cape nungguin tak tahunya malah disuruh taro aja skrispinya, nyesek banget dah. Untuk mengejar tanda tangan dosen saya pun sampai ke pondok gede, tempat latihan haji. Perjalanan skripsi ini hingga sampai sidang memang membutuhkan tenaga, waktu juga pikiran yang menyita sempat pesimis untuk bisa melalui semua ini namun berkat doa juga usaha dari semuanya akhirnya bisa selesai. Untuk bimbingan sendiri kira-kira dengan dua dosen pembing saya datang ke pasar rebo bisa lebih dari 10x yang ga ketemu juga banyak deh. Ternyata buku-buku daftar pustaka itu tidak dipakai sama sekali jadi ga ditanyain. Ga papa kan ga tahu, setidaknya ini akan selalu terkenang dalam hidup saya. Pokoknya penuh dengan kesedihan dari pada senangnya. Yang penting revisinya nih. Oh ya sedih banget kalo mendengar anggapan orang-orang yang bilang jahat baget seneng-senang diatas penderitaan teman-teman yang belum sidang. Saya berjuang menyelesaikan ini sendiri bukan hasil rundingan atau kerja kelompok. Kalau pun bertanya atau berangkat bareng tetap saja pada intinya sendiri. Kecewa dengan pendapat teman-teman yang menuding seperti itu. Sekali lagi salah teman-teman yang tidak mau berjuang bersama kami sekitar 102 orang jurusan bahasa Indonesia yang lulus. Sidang tanggal 7 September pun sudah selesai dilalui walau air mata ini tak henti mengalir saat yudisium hari jumat tanggal 9 September 2011 diumumkan karena tidak mendapat yang terbaik walau saya sudah berusaha sebaik mungkin..namun kata-kata bijak ini harus selalu diingat..

"disaat kita berharap yang terbaik, namun hanya mendapat yang biasa, bersyukurlah tidak mendapat yang terburuk"


kata-kata inilah yang membuat saya sadar masih untung ga dapet C/ ga lulus-lulus kaya senior-senior (piss bagi yang merasa). Akhirnya kita harus belajar bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan ALLAH swt kepada kita semua. Alhamdulillah yah tanggal 9 september saya lulus, kayanya sesuatu banget deh..


Kamis, 01 September 2011

Selamat Lebaran

Lama tak menulis di blog, muncul-muncul sudah lebaran, Idul Fitri yang jatuh pada hari Rabu tanggal 31 Agustus memang membawa sedikit perdebatan karena banyak negara-negara asing yang merayakan tanggal 30 yaitu sehari sebelumnya, saya pribadi pun lebih yakin pada hari Rabu walaupun saya kuliah di Uhamka yang harusnya Muhammadiyah, tapi saya tidak mempermasalahkan yang penting Lebaran..

Hari raya Idul Fitri sudah tiba saatnya merayakan kemenangan juga bermaaf-maafan juga bersilaturahmi antar tetangga juga saudara. Saya pribadi juga meminta maaf bila ada kata-kata yang salah, minal aidin wal faidizin mohon maaf lahir bathin ya semuanya. Semoga ramadhan tahun depan kita masih dalam keadaan sehat..

Hari pertama kami pun solat Id lalu berkeliling kerumah tetangga satu RT untuk bermaaf-maafan, momen ini sudah menjadi tradisi tetangga-tetangga kami yang jarang ada di RT-RT lain saya kira, selesai solat langsung ke rumah tetangga tanpa makan terlebih dahulu. Hehehe acara selanjutnya ke rumah nenek yang masih satu komplek untuk berkumpul keluarga besar, yang paling menyebalkan udah kumpulnya jarang, eh lupa foto-foto..huhuhu, kemudian melanjutkan ke rumah mbah yang ada juga berjiarah. Semoga momen lebaran juga liburan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk berkumpul bersama keluarga atau saudara juga teman-teman sekalian..

SELAMAT IDUL FITRI
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR BATHIN 1432 H

Jumat, 25 Maret 2011

perjalanan in bali and yogya (part 4)

Ups..sudah lama sekali tidak meneruskan cerita perjalanan wisata di Bali. Baiklah saya akan menuliskan perjalanan saya. Pagi hari seperti biasa saya terbangun lebih pagi dari biasanya, karena kami semua akan berkemas-kemas. Padahal sudah terlanjur betah dengan hotel Nusa Dua Bali yang lebih nyaman (kasurnya lebih empuk jg kamar mandinya lebih bagus). Sedih sekali rasanya kenapa tidak dari awal saja sudah di hotel ini. Tapi sudah jangan dibahas-bahas terus, oh iya yg nulis kan saya. Jadi saya dong yang bahas-bahas. (apa sih ). Mari kita lanjutkan ceritanya. Setelah berkemas-kemas kami pun makan pagi, sambil melihat-lihat baju yang dijual disana dan pagi itu nampak sepi, ternyata kami agak kepagian, tak apalah dari pada telat. Tak lupa mengambil foto gantungan kunci saya bersama penari Bali seharga 10 ribu.

Perjalanan pagi itu terasa menyenangkan sekaligus menyedihkan. Senang karena akan semakin cepat kembali kerumah karena cape di mobil trus, sedih karena akan meninggalkan Bali tercinta. Perjalanan diBali seperti biasa ditemani mpo Rake, guide yang ternyata kita akan pergi tanah lot, disepanjang jalan ternyata kami melihat pemandangan yang tak biasa yaitu warga yang memakai kebaya putih/baju serba putih-putih disertai membawa ogoh-ogoh (simbol setan). Saya juga teman-teman sibuk memfoto warga Bai. Ternyata mereka sedang melakukan upacara Melis(penyucian diri) menjelang nyepi. Mpo Rake menjelaskan tentang Ada 3 gelombang warga yang akan datang ke pantai-pantai terdekat. Ada yang jam 7 jam 9 juga ada yang setelah makan siang/sore tergantung masyarakatnya. Yang jelas wajib untuk menyucikan diri, mungkin dalam Islam mandi wajib menjelang hari besar.

Perjalanan ke Tanah Lot memang sedikit terganggu karena warga sedang banyak memadati jalan. Ada yan naik motor/berjalan kaki. Ternyata sampai ditanah lot pun masyarakat sedang sibuk untuk segera meninggalkan Tanah Lot. Sehingga kami menunggu mereka keluar dari pantai. Disepanjang jalan menuju jalan ke pantai Tanah Lot pun banyak menyan/dupa dijalan-jalan juga banyak tukang jualan. Akhirnya sepi juga pantainya (ga sepi-sepi amat c) karena masih pagi aja. Jam 10an mungkin. Sayang sekali karena ombak pasang maka kami tak bisa datang ke goa ular yang usianya sudah 100 tahun, ular tersebut ada dibawah pantai jadi otomatis jika ingin kesana harus dalam keadaan kondisi air yang tenang.

Makan siang pun kami disana dengan menumpang toko baju yang dibalakangnya dapat digunakan untuk kami makan. Seperti biasa tubuh kami pun ditempelin stiker tanda tamu/rombongan keberapa. Setelah makan kami melanjutkan perjalanan ke Joger, waw joger, senangnya hatiku. Setelah Joger kami kedanau Bedugul kemudian menuju penyebrangan jalan. Jalanan disepanjang jalan ternyata berkelok-kelok, terkadang jeritan kami pun terdengar keras. Karena ketakutan. Sore hari kami sampai di kapal ferry eh malam deh karena proses yang tak mudah juga antri karena sebentar lagi nyepi, jadi wisatawan sibuk pergi meninggalkan Bali.

Sampai juga akhirnya dikapal verry, kapal ini lebih tertutup hanya sedikit tempat untuk melihat keluar. sekitar 1 jam akhirnya sampai juga. Kira-kira sudah cukup malam jam 9an dan kami belum makan malam. Seperti yang saya duga kami makan ditempat yang ada disebrang kapal verry. makan malam pun dimulai seperti biasa, sekitar jam 10an. Selama diBali makan malam terkadang cukup malam. Makin gendut saja deh, hadeehh. Gosok gigi. cash hp byr 2000 rupiah, kemudian kembali ke Bis dan berharap cepat sampai Yogya. Ohh..no malam ini saya tidak bisa tidur ternyata saya dapet (menstruasi) yang cukup banyak dan ganti di subuh hari, yang cukup membuat bingung saya karena harus ambil pembalut di bagasi bawah. Sudah pagi belum sampai Yogya juga, ohh no..capee...

Jam 8an kami pun makan pagi juga ada yang mandi, seperti biasa saya tidak mandi, cukup mandiin muka. Sebenarnya karena irit baju juga antrian yang panjang di kamar mandi wanita. Setelah lama mengantri saya memutuskan dikamar mandi lelaki untuk buang air besar. Kemudian kembali ke Bis dan meneruskan perjalanan karena ingin ganti celana panjang yang terkena noda darah. Ternyata kami ke tempat bakpia dahulu, saya tak membeli karena kurang suka juga uang lebih dri separo digunakan, niatnya mau membeli sedikit di Malioboro. Saya malah membeli gelang-gelang untuk sepupu yang lumayan murah tapi lucu-lucu. Sekitar jam 4.30 kami sampai di hotel Brongto. hotelnya cukup bagus kasur pun sendiri-sendiri. Saya dapat kamar dilantai 2, samping kamar hotel ada kolam renang, karena lagi dapet tak mungkin rasanya renang. Padahal ingin rasanya. Teman-teman saya pun pada berada dikolam renang. Selesai mandi saya berjalan-jalan di tepi kolam. Tapi karena teman saya ingin bilasan dan teman-teman satu kamarnya masih ingin renang. Jadilah saya menemaninya untuk ke kamar. Ternyata tak lama kamar kami pun diketok kalau jam 5 harus kumpul. berarti 15 menit. Teman-teman 1 kamar heboh karena belum bilasan. Maka kami pun buru-buru menuju bis. Yang lucu teman 1 kelompok saya yang beda kamar ternyata belum ada di bis. saya pun sibuk menelepon-nelpon mereka. Kerena bis sudah akan berangkat. Yang lucu saat mereka berempat lari-lari, mereka salah mengejar bis. Secara spontan 1 bis terbahak-bahak, tak kuat menahan tawa melihat muka mereka yang panik juga ngos-ngosan. Ternyata mereka malah memesan makanan hotel. Dasar bandel. Kami akan menonton pertunjukan Ramayana. Menonton dengan ngantuk-ngantuk karena tak mengerti. Makan malam pun sekitar jam 22.30 makin malam saja ya..makin gendut ini. makan, tdr saja..

Kamis, 10 Maret 2011

second day in Bali (part 3)

Hari pertama di Bali terlewatkan dengan riang walau sedikit kecewa karena hanya tahu sedikit tentang wisata Bali, malah pergi ke tempat-tempat oleh-oleh kami sebagai mahasiswa hanya bisa ngedumel dibelakang saja. Pagi harinya kami semua kesiangan, ohh no.. waktu di jam tanganku jam 05.15 wib berarti jam di Bali 06.15 wita, kemarin saja bangun jam enam kurang. Ternyata salah seorang temanku sudah bangun dan sudah mandi, sedikit kesal karena saya tak dibangunkan. huh..sudahlah, langsung saja menuju kamar mandi, kebetulan setiap malam sudah menyiapkan baju yang dipakai untuk esok harinya. Sehingga memudahkan untuk pagi itu tanggal 1 Maret 2011. Kalo ingat-ingat makan, mulai bosan juga menerka-nerka apa yang akan disajikan. Sebenarnya kami bosan dengan makanan yang disajikan karena ada telor setengah lg kadang telor asin, kadang se
mur selalu ada tahu/tempe, ayam lagi. Setelah diperhatikan cathering dari awal berangkat namanya Grafika otomatis dimana pun kami pergi grafika selalu mengikuti otomatis masakannya sama saja.mie lagi, daging lagi kadang di rolade. intinya itu-itu saja. Memang kami mahasiswa re
mpong banget sama makanan. Mau ini mau itu. Jujur ketika ditanya ingin makan apa. Kami mau makan pecel lele lah, bakso apalagi. Namun dosen kami melarang, karena mengandung daging babi.

Oh ya suasana pagi hari kedua sedikit berbeda karena dari malam mahasiswa sudah ribut tentang air yang tak menyala. Malamnya nya pun semua sudah ricuh perihal air yang tak keluar. Saya pun mandi jm 10 wib atau jam 11 wita karena baru keluar jam segitu, itu pun kecil. Sungguh sangat menyebalkan. Jadi ketika kesiangan ternyata pintu kamar kami sudah berkali-kali diketuk teman-teman un
tuk numpang mandi. Untung kesiangan jadi tidak ada yang numpang, karena bangun telat. Kami sedikit beruntung karena kamar 301 ada air walupun tak banyak. Ketika kami komplain pihak travel/hotel bilang itu wajar karena semua iar dipakai saat bersamaan. Kami turun jam 7 lewat bepikir telat. sekitar jam 7.40 kami dikumpulkan untuk check out karena pihak travel merasa malu di hotel Nikki tak ada air, harusnya besok kami berkemas sekalian menuju kapal untuk menyebrang lagi. Sungguh sangat menyebalkan, di hotel yang tak ada parkirannya itu kami pergi dengan perasaan sedikit lega. kenapa ga dari kemaren-kemarn sih.
Pejalanan dilanjutkan dengan pakaian yang sudah lengkap tertata dibagasi bis kami. Guide menyambut dengan hangat, Mpo Rake juga sedikit kecewa dengan fasilitas air yang tak ada. Kami pun tak tahu akan pindah kemana, tapi perjalanan kami hanya 1 jam menuju Bajra Sandhi atau museum perjuangan rakyat Bali. Waw indahnya kastil ini, ternyata yang memiliki kamera bayar seribu, tak apalah, demi foto-foto. Panas memang, ups lupa bawa kaca muka. Ya sudahlah. Larangan di Bali memang cukup ketat, wanita yang sedang datang bulan dilarang masuk. Untung saya tidak coz semua tempat rata-rata tempat suci. ada-ada saja, tapi begitulah aturan Bali. kira-kira satu jam berlalu dan saatnya menuju tempat selanjutnya yaitu Tanjung Benoa, tempat water sport menyebrang pulau 60 ribu, diving 500rb, banana 70rb dll. Sebenarnya kami sedikit ngedumel. Hellow kami mahasiswa pake diajak yang mahal-mahal. Sampai disana kami di tawarkan mau ambil paket apa, karena kalo menyebrang pulau p
enyu harus
10 orang. Karena terlalu lama berpikir saya tak ikut kesana. Sedikit kecewa, tapi mau gimana lagi. Terlalu lama berpikir hingga sudah tertinggal rombongan. Kami menghibur diri dengan berfoto-foto. Jujur inginnya naik banana, tapi teman-teman ragu-ragu terus. kami pun menghibur diri berfoto ala penyu. Dalam perjalanan mengelilingi tanjung benoa kami bertemu seseorang lelaki yang sok akrab mengajak kami menyebrang pulau dengan harga 20 rb saja, sedangkan yang tadi 40 rb. hayo lah mumpung murah. Sempat tergoda tapi kam
i kurang dari 10 jadi tak bisa. Orang tersebut sangat memaksa. Kami semakin curiga. Dalam keadaan bimbang kami berembug, kami takut ketika menyebrang pulau lalu kami ditinggal, apalagi orang trsebut terus bilang ni diem-diem ya dek. Kami pun memutuskan untuk tidak ikut walau dalam hati ingin, karena kami takut terjadi apa-apa dan nama kami tidak terdaftar seperti teman-teman yang lain.

Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Uluwatu, disana wajib memakai kain sebagai simbol tempat suci, harus melepas aksesoris karena monyet-monyet yang nakal yang suka merampas barang-barang bawaan. Bahkan kacama
ta mins aja tidak boleh dipakai. Kami bertujuh memutuskan memakai kain warna biru. Ternyata menuju perjalanan disepanjang jalan banyak monyet-monyet, maka kami pun mengambil ranting-ranting untuk menghindari monyet-monyet nalkal. Subhanallah kami pun sampai di Uluwatu, y Allah indah sekali tempat itu, ternyata disana tempat Julia Robert mndi dalam film Eat, Pray, Love. Y Allah ini nyata, saya melihat langsung keindahan ini. Seperti di tivi-tivi. Seperti biasa kami pun berfoto-foto. Setelah itu kami lanjut ke dreamland. Ternyata Dreamland dibangun oleh Tommy Suharto dan Bakrie. Mereka membuat sendiri Dreamland yang lebarnya 20 Hektar. waw, ketika memasuki gerbang itu kami pun takjub dibuatnya karena seperti memasuki komplek perumahan yang jauh sekali jalannya sambil menikamati pemandangan kanan kiri nan ind
ah yaitu bukit-bukit. Untuk sampai disana ternyata cukup jauh. Karena harus berjalan lumayan jauh. Tapi seperti biasa karena jadwal yang padat jadi hanya sempat sebentar saja. Kami pun sebenarnya sudah letih juga rada bosan karena air melulu. Nama Dreamland tak sebagus harapan saya, karena biasa saja. Lebih bagus Sanur bagi saya, karena baru liat sanur juga tanjung benoa. Yang penting tahu, itu yang terpenting.

Kemudian kami melanjutkan jalan-jalan ke Pantai Kuta, untuk sampai disana kami harus naik mobil karnaval yang khusus mengangkut wisatawan yang hendak ke pantai kuta. Lagi-lagi sedikit kecewa karena kata guide pantai terindah, pas sampai ternyata kotor. Beda sekali dengan di tipi-tipi. Kmi hanya cengo, salah satu teman kami yang kemana-kemana selalu bertujuh sedang menato dengan harg 25rb 1 nya, tato kalajengking dibahu dan cicak dikaki. Jug banyak teman-teman yang lain yang menato dirinya. Karena banyaknya tempat wisata t
ernyata setelah Uluwatu kamera digital saya sudah habis batreinya jadilah di dreamland dan kuta hanya bisa dengan camera bb saja. Tak apalah dari pada tidak sama sekali. Hari itu berlalu dengan cukup melelahkan karena banyaknya tempat wisata yang kami kunjungi, namun puas. Di pantai Kuta saya pun busa melihat sunset yang indah. Subhanallah indah sekali.

Sampai di bis saya tertidur, ketika terbangun ternyata sudah dekat hotel yang baru, yang saya ingat-ingat dekat dengan hotel yang lama. Hotel Nusa Dua Bali saya rasa hotel itu cukup terkenal. Saya dapat kamar dibawah, waw kamarnya cukup besar dan yang pasti airnya sungguh besar dan kamar mandinya pun tak neko-neko macam hotel nikko yang sempit tapi maksain sok kamar hotel berbintang. Lebih suka yang biasa namun tetap nyaman. Kami semua berpendapat kenapa ga dari dulu aja ya. Sayang besok pagi harus chek out. Malamnya seolah-olah tak ada capenya kami keatas ke tempat teman-teman kami yang tidurnya di atas. Ngerusuh sambil nonton film India Kabhi Kushi Kabhi Gham, sambil joget-joget (saya cukup menyaksikan saja). Kami yang sudah rusuh cukup kesal karen si pemilik kamar empat-empatnya malah tidur, kami pun memutuskan balik ke kamar kami dan tidur.